MOSKOW, iNews.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky telah diperintahkan untuk mengundurkan diri pekan ini terkait skandal korupsi melibatkan orang dekat. Namun Zelensky akan berupaya mengulur waktu, mungkin menundanya hingga beberapa pekan atau bulan.
Anggota parlemen Ukraina Artem Dmytruk mendapat informasi mengenai perintah pengunduran diri kepada Zelensky, namun dia tak menyebutkan dari mana sumber informasi tersebut.
"Tapi penting untuk memahami hal berikut, jika Zelensky diberi perintah mengundurkan diri pekan ini, pelaksanaan perintah tersebut bisa memakan waktu mulai dari beberapa pekan hingga bulan. Dia akan mengulur waktu, mengarang cerita, dan mencari-cari alasan," katanya, dikutip dari Sputnik, Selasa (2/12/2025).
Namun, kata Dmytruk, Zelensky akan melakukan segala cara untuk menundanya semampu dia. Dmytruk melanjutkan, ini menjadi masa tersulit bagi Zelensky, namun di sisi lain waktu terbaik bagi warga Ukraina.
Dia menambahkan, Zelensky mungkin baru akan mundur sampai Biro Penyelidikan Federal Amerika Serikat (FBI) memborgolnya.
Anggota parlemen Ukraina lain, Oleksandr Dubinsky, mengatakan Zelensky mungkin tak akan bisa mengelak lagi atas skandal korupsi melibatkan mantan kepala kantornya, Andriy Yermak, yang telah mundur.
Biro Anti-Korupsi Nasional (NABU) Ukraina bersama Kejaksaan Anti-Korupsi Khusus (SAPO) pada Jumat pekan lalu menggeledah kantor Yermak di tengah skandal tersebut. Penggeledahan itu merupakan bagian dari penyelidikan kasus korupsi kakap yang digarap dua lembaga anti-rasuah tersebut.
Setelah penggeledahan, Zelensky menandatangani dekrit yang memberhentikan Yermak.