Presiden Venezuela: Penasihat Keamanan Trump Berencana Membunuh Saya

Nathania Riris Michico
Presiden Venezuela Nicolas Maduro. (Foto: Reuters/Marco Bello)

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, mengatakan keberadaan dua pesawat yang mampu mengangkut senjata nuklir tersebut merupakan bagian dari latihan angkatan udara.

"Ini yang kita lakukan bersama sahabat kami, karena kami punya sahabat-sahabat di dunia yang membela hubungan bermartabat dan seimbang."

Akan tetapi, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyebut kedatangan dua pesawat itu menyimbolkan "dua pemerintahan korup yang menyia-nyiakan uang masyarakat".

Namun, Pemerintah Rusia menyebut ucapan Pompeo sama sekali tidak pantas.

Lebih dari dua juta orang telah melarikan diri dari Venezuela sejak 2014. Jumlah itu setara dengan 7 persen dari seluruh populasi Venezuela.

Venezuela menuding AS melancarkan perang ekonomi demi mengakhiri sosialisme yang berkuasa di negara itu hampir 20 tahun.

Maduro menyalahkan kebijakan-kebijakan dan beragam sanksi dari AS atas inflasi tinggi, kekurangan pangan, obat-obatan, dan kebutuhan dasar lainnya.

Pada Senin (10/12), perusahaan pembuat ban asal AS, Goodyear, mengumumkan penghentian operasional di Venezuela. Beragam perusahaan asing, termasuk Kellogg dan Clorox, angkat kaki terlebih dulu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
2 jam lalu

AS Siap Bantu Arab Saudi Serang Houthi, tapi...

19 jam lalu

Trump Yakin Namanya Akan Dikenang dalam Buku-Buku Sejarah sebagai Penyelamat AS

22 jam lalu

Cerita Trump Diminta Menkeu AS Tunda Serang Iran

2 hari lalu

Terungkap! Pangeran MBS Telepon Trump, Minta Bantuan AS Serang Houthi tapi Ditolak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal