“Kali ini, memungkinkan kami untuk saling mengenal lebih baik,” kata Juan Antonio kepada stasiun radio Cadena Ser yang mengudara di Kota Coslada.
Juru bicara rumah sakit menyatakan, mengizinkan anak laki-laki itu tetap tinggal di samping ayahnya adalah sebuah pengecualian. Pasalnya, sesuai peraturan rumah sakit, anggota keluarga yang sehat tidak boleh berlama-lama di dekat pasien.
“Jika (kondisi) seorang pasien sangat buruk dan kami melihatnya hanya memiliki (peluang untuk hidup) beberapa hari atau keadaannya semakin memburuk, kami mengizinkan anggota keluarga yang sudah mengenakan alat pelindung diri menghabiskan 15 menit di ruangan itu, didampingi seorang psikolog di sisi mereka setiap saat,” ucapnya.
Setelah Amerika Serikat dan Italia, Spanyol adalah negara yang paling terpukul akibat wabah Covid-19. Sampai hari ini, sedikitnya sudah 24.275 orang di negeri matador meninggal dunia karena virus asal China itu. Sementara, jumlah keseluruhan pasien corona di Spanyol hingga saat ini mencapai 236.899 orang.