Dari dalam mobil, aparat menemukan tiga senjata api, terdiri atas satu senapan bergaya AR-15 dan dua pistol. Petugas juga menyita puluhan butir amunisi.
Departemen Keamanan Dalam Negeri menyebut Guanipa Chrinos sebagai imigran ilegal yang berada di AS. Penangkapan ini kembali menyoroti pengamanan Presiden Trump dan ancaman kekerasan terhadap kepala negara AS.
Menurut laporan CBS News, Guanipa Chrinos menghadapi sejumlah dakwaan terkait kepemilikan dan pengangkutan senjata api secara ilegal. Dia juga dijerat perkara membawa pistol tanpa izin, menggunakan kendaraan bermotor tanpa hak, pencurian, serta menerima barang hasil kejahatan.
Dia memasuki AS melalui perbatasan Texas pada Maret 2024. Dia sempat ditangkap oleh petugas Patroli Perbatasan AS, namun kemudian dilepaskan ke wilayah AS.
Setelah penangkapan terbaru, otoritas imigrasi AS (ICE) mengajukan permintaan penahanan agar dia tetap berada dalam tahanan untuk proses keimigrasian.