Prigozhin Sebut Grup Wagner Tak Buka Lowongan Tentara Baru Sekarang, tapi....

Ahmad Islamy Jamil
Pendiri Wagner Group, Yevgeny Prigozhin. (Foto: Reuters)

Peran Wagner di Benua Hitam sendiri mengundang perhatian dari negara-negara Barat. Kelompok tentara bayaran Rusia itu punya keterlibatan besar dalam mendukung kelangsungan pemerintah di Mali dan Republik Afrika Tengah (CAR). 

Amerika Serikat menuduh Wagner melakukan kekejaman dan tindakan kriminal dalam skala luas di Afrika. Washington DC pun telah menjatuhkan sanksi terhadap kelompok itu dengan melabelinya sebagai organisasi kriminal.

Prigozhin mengatakan, kelompoknya bekerja sesuai dengan hukum negara tempat mereka beroperasi. Pekan lalu, dia menyambut baik kudeta militer di Niger.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

7 hari lalu

Kekayaan Elon Musk Lampaui PDB 5 Negara Afrika, Begini Perbandingannya

11 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

12 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal