Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Khalifa bin Zayed Al Nahyan meninggal dunia. (Foto: Reuters)
Umaya Khusniah

DUBAI, iNews.id - Presiden Uni Emirat Arab (UEA) Syekh Khalifa bin Zayed Al Nahyan meninggal dunia, Jumat (13/5/2022) di usia 73 tahun. Dia dikenal sebagai raja kaya namun hanya memiliki seorang istri. 

Setelah terpilih menjadi raja Abu Dhabi dan presiden Uni Emirat Arab pada 3 November 2004, Syekh Khalifa langsung menaikkan 100 persen seluruh gaji tenaga kerja di negaranya. Dia juga telah memimpin restrukturisasi besar-besaran baik dari Pemerintah Federal maupun pemerintah Abu Dhabi.

Syekh Khalifa memiliki jumlah kekayaan lebih dari 15 miliar dolar AS atau setara Rp219,5 triliun. Pria ini terkenal sangat dermawan, salah satunya pernah mendonasikan dana dalam jumlah besar untuk dua universitas asing.

Putra Tertua yang Disiapkan Jadi Raja 

Sheikh Khalifa yang memiliki nama lengkap Raja Khalifa Bin Zayed Al Nahayan lahir pada 25 Januari 1948. Dia merupakan putra sulung dari pasangan Zayed bin Sultan Al Nahyan dan Hassa bint Mohammed bin Khalifa Al Nahyan.

Dua adik laki-lakinya bernama Mansour bin Zayed Al Nahyan dan Ahmed bin Zayed Al Nahyan. Dia dibesarkan di Kota Al Ain.

Dia telah mempelajari tentang pemerintahan dan kepemimpinan di sekolah yang didirikan ayahnya. 

Di usianya yang ke-21 tahun, dia sudah diangkat menjadi putra mahkota. Sang ayah sangat yakin pada kemampuan puta sulungnya dan memberinya berbagai kewenangan.

Karier Pemerintahan Syeikh Khalifa

Pada 1966, Khalifa ditunjuk menjadi Kepala Departemen Pengadilan di Al Ain. Saat itu ayahnya baru menjadi penguasa baru Abu Dhabi.

Saat pembentukan pemerintahan Uni Emirat Arab dibakukan, dia terpilih menjadi Perdana Menteri Abu Dhabi pada 1971. Dua tahun kemudian, dia diangkat menjadi wakil perdana menteri Uni Emirat Arab.

Pada 1976 dia diangkat sebagai Komandan Angkatan Bersenjata Uni Emirat Arab. Dia sangat senang lantaran hal ituu sejalan dengan impiannya meningkatkan kemampuan pertahanan negaranya.

Pria ini juga dikenal jago di bidang militer. Dia pun turut berperan meningkatkan perkembangan teknologi di Uni Emirat Arab.

Restrukturisasi Besar-Besaran saat Menjabat Presiden UEA

Sejak menjadi presiden UEA, Sheikh Khalifa telah memimpin restrukturisasi besar-besaran baik dari Pemerintah Federal maupun pemerintah Abu Dhabi.

Setelah terpilih sebagai Presiden, Sheikh Khalifa meluncurkan rencana strategis pertamanya bagi pemerintah UEA untuk mencapai pembangunan yang seimbang dan berkelanjutan. Dia juga menempatkan kesejahteraan warga dan penduduk UEA sebagai inti.

Tujuan utamanya sebagai presiden UEA adalah untuk melanjutkan jalan yang ditetapkan oleh ayahnya Sheikh Zayed. Dia mengarahkan pengembangan sektor minyak dan gas dan industri hilir yang telah berhasil berkontribusi pada diversifikasi ekonomi negara.

Dia tak lupa melakukan tur ekstensif di seluruh UEA untuk mempelajari kebutuhan Emirat Utara. Hasilnya, dia menginstruksikan untuk membangun sejumlah proyek yang berkaitan dengan perumahan, pendidikan, dan layanan sosial.

Selain itu, ia meluncurkan inisiatif untuk mengembangkan sistem nominasi untuk anggota Dewan Nasional Federal. Hal itu dipandang sebagai langkah pertama menuju pembentukan pemilihan langsung di UEA.

Raja yang Dermawan

Syeikh Khalifa dikenal sangat dermawan. Syeikh Khalifa menciptakan sejumlah program bantuan baik dalam bentuk beasiswa, dana penelitian dan dana tunai. Dia juha menyumbangkan sebagian kekayaannya pada University of Wales and the University of Texas.

Dia tak segan menggelontorkan dana 150 juta Dolar AS untuk mendirikan klinik perawatan kanker di University of Texas. Tak hanya itu, dia membagikan iPad gratis pada seluruh siswa di tiga universitas besar di Uni Emirat Arab.

Cukup Satu Istri

Syeikh Khalifa dikenal hanya memiliki seorang istri. Padahal sang ayah memiliki enam istri. 

Dia menikahi Sheikha Shamsa binti Suhail Al Mazrouei. Pasangan itu memiliki delapan anak, dua laki-laki dan enam perempuan.

Anak pertama, Mohammed bin Khalifa bin Zayed Al Nahyan diangkat menjadi wakil putra mahkota Abu Dhabi oleh sang kakek, Syeikh Zayed. 


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT