Putin Minta Tunda Bertempur karena Ramadan, Pemimpin Chechnya Menolak: Ini Bulan Jihad, Pahalanya Ganda

Anton Suhartono
Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov menolak perintah Putin yang meminta menangguhkan perang selama Ramadan. (Foto: Reuters)

Kadyrov diketahui naik ke tampuk kekuasaan di Chechnya pada 15 Februari 2007, lewat dekrit yang ditandatangani Putin. Dia sering menyebut dirinya sebagai kaki tangan Putin dan perkataannya seolah penyambung lidah pemimpin Rusia itu.

Nama Ramzan Kadyrov menjadi sorotan setelah memerintahkan pengiriman 12.000 pasukan ke Ukraina untuk membantu Rusia. 

Ini bukan pertama kali Kadyrov mengerahkan pasukan ke luar negeri untuk membantu pasukan Putin. Dia juga mengirim pasukan untuk mendukung operasi militer Rusia ke Suriah dan Georgia.

Pria kelahiran 5 Oktober 1976 itu dulunya pemberontak Chechnya. Ayahnya adalah putra mantan Presiden Chechnya Akhmad Kadyrov yang dibunuh pada Mei 2004. 

Pada Februari 2007, Kadyrov menggantikan Alu Alkhanov sebagai Presiden. Saat itu dia berusia 30 tahun, batas umur minimal untuk menjadi presiden di Chechnya. Saat itu Kadyrov sudah mendapat dukungan dari Putin bahkan dianugerahi medali Pahlawan Rusia, gelar kehormatan tertinggi Rusia. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
2 hari lalu

Pesawat Pengebom Strategis Rusia Tu-95 Jatuh, 6 Kru Tewas

3 hari lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

5 hari lalu

Terungkap! Trump Desak Presiden Ukraina Zelensky Terbang ke Moskow Temui Putin, tapi Ditolak

9 hari lalu

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal