Langkah serupa ditempuh Thomas Laurent, mantan perawat lainnya. Thomas yang sejak 15 tahun bermimpi bekerja di rumah sakit harus menyudahi mimpinya tahun ini. Pria 35 tahun baru saja meninggalkan pekerjaannya sebagai perawat di ruang gawat darurat sebuah rumah sakit di kota Lyon, Prancis.
Situasi di rumah sakit saat pandemi Covid-19 tak lagi bisa ditoleransi
Thomas mengatakan keputusannya tersebut diambil karena kondisi di rumah sakit tempatnya bekerja tidak lagi bisa ditoleransi. Kapasitas rumah sakit serta sumber daya medis tidak lagi mampu mencukupi kenaikan jumlah pasien tiap harinya.
Nolwenn dan Thomas adalah gambaran kecil bagaimaan tekanan psikis dan mental menjadi tantangan berat sehari-hari bagi tenaga medis di negara-negara Eropa menghadapi gelombang dua pandemi Covid-19.
Meskipun ada permintaan dari otoritas kesehatan Eropa agar staf medis tetap bertugas merawat pasien Covid-19, akan tetapi kekecewaan dan keputusasaan akibat buruknya sistem kesehatan masyarakat tak bisa dikesampingkan.
Menurut Nolwenn, aksi pengunduran diri petugas medis di tengah pandemi Covid-19 merupakan akumulasi kekecewaan terhadap buruknya sistem kesehatan serta perhatian pemerintah terhadap pekerja kesehatan yang masih kurang baik telah berlangsung lama.