JOHANNESBURG, iNews.id - Jumlah korban tewas dalam serangkaian aksi protes dengan kekerasan dan penjarahan di Afrika Selatan naik dari enam menjadi 72 orang. Sementara jumlah massa aksi yang ditangkap mencapai 1.234 orang.
Polisi setempat mengatakan, massa ditangkap karena saat aksi protes di Provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng, mereka juga melakukan penjarahan pertokoan dan perusakan.
Di Provinsi Gauteng, sebanyak 45 orang tewas dalam aksi protes atas penahanan mantan Presiden Jacob Zuma. Di provinsi ini, aksi protes terjadi di Kota Johannesburg dan Pretoria.
Sementara Provinsi KwaZulu-Natal, 27 orang tewas dalam aksi protes yang sama. Sebanyak 10 orang tewas dalam penyerbuan di Kota Soweto dekat Johannesburg pada hari Senin.
Peserta aksi juga melakukan penjarahan di sebuah mal. Selain toko, mesin ATM juga menjadi sasaran massa yang ingin menjarah uang di dalamnya.
Peserta aksi tak hanya menjarah dan merusak properti. Mereka juga kedapatan membakar kendaraan dan truk saat aksi.
Menteri Keamanan Negara, Ayanda Dlodlo membantah klaim rencana kekerasan tidak terdeteksi sebelumnya karena pihaknya abai. Dia mengatakan, departemennya memainkan peran dengan berbagi informasi dengan badan keamanan lain.
"Intelijen telah melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan," katanya.