Ratusan Warga Sipil dan Tentara Tewas dalam Konflik 7 Tahun di Kashmir

Umaya Khusniah
India sebut sebanyak 264 warga sipil dan 505 tentara tewas selama tujuh tahun konflik dengan gerilyawan di Kashmir dan Jammu. (Foto: Ist)

Sebelumnya, inspektur jenderal polisi Vijay Kumar kepada kantor berita lokal mengatakan, pasukan pemerintah telah mulai berpatroli malam hari di daerah di mana Pandit tinggal dan pekerja migran dari negara bagian India lainnya datang untuk bekerja. Patroli dilakukan untuk "mencegah serangan militan terhadap 'sasaran empuk' tersebut.

Kashmir, wilayah Himalaya yang mayoritas Muslim, dikuasai oleh India dan Pakistan sebagian, namun diklaim sevara penuh oleh keduanya. Bahkan, sepotong kecil Kashmir juga dipegang oleh Cina.

Sejak mereka dipartisi pada tahun 1947, New Delhi dan Islamabad telah tiga kali berperang. Konflik terjadi pada 1948, 1965 dan 1971, dua di antaranya memperebutkan Kashmir.

Juga, di gletser Siachen di Kashmir utara, pasukan India dan Pakistan telah bertempur dalam durasi singkat sejak 1984. Gencatan senjata mulai berlaku pada 2003.

Beberapa kelompok Kashmir di Jammu dan Kashmir telah berperang melawan pemerintahan India untuk kemerdekaan, atau untuk penyatuan dengan negara tetangga Pakistan.

Menurut beberapa organisasi hak asasi manusia, ribuan orang dilaporkan tewas dalam konflik sejak 1989 tersebut.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Trump: Perundingan Damai AS-Iran Berlanjut lewat Telepon, Bukan di Pakistan

Internasional
6 hari lalu

Wali Kota New York Mamdani Minta Raja Charles Kembalikan Berlian Hiasi Mahkota Ratu Inggris 

Internasional
7 hari lalu

Pria Ini Bawa Jenazah Adiknya yang Telah Dimakamkan ke Kantor Bank, Alasannya Bikin Miris

Internasional
12 hari lalu

Menlu Iran Tiba di Pakistan, Utusan Trump Menyusul, Pembicaraan Damai Berlanjut?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal