Dalam perkembangan berikutnya, seorang siswa dilaporkan meninggal akibat luka yang dideritanya sehingga total korban tewas mencapai delapan orang.
Kolonel Polisi Thadsakorn Konthong mengatakan senjata api dan peluru yang digunakan pelaku diketahui milik kakeknya. Pemeriksaan awal juga menemukan tanda-tanda senjata tersebut sebelumnya dicari di kamar tidur sang kakek.
Media Thailand dan internasional melaporkan senjata tersebut terdaftar secara resmi dan memiliki izin.