Sementara itu pelaku baru ditangkap pada 30 Desember. Sebenarnya ada lima orang yang ditangkap, namun empat lainnya hanya dijadikan tahanan rumah.
Lima pelaku merupakan pelajar di sekolah Pri Haaretz di permukiman Rechelim di Tepi Barat.
Media Israel mengungkap, polisi Israel memastikan identitas pelaku dari sampel DNA yang didapat dari batu lalu dicocokkan dengan pelaku.