Lebih lanjut Thae menepis ada pejabat yang dieksekusi setelah buntunya pertemuan antara Kim dengan Presiden AS Donald Trump di Hanoi, Vietnam, pada 28 Februari 2019.
Menurut dia, para pejabat itu mungkin hanya dihukum dengan dimasukkan ke kamp pendidikan revolusioner selama 1 sampai 3 bulan atau menjalani kerja paksa di perdesaan. Setelah itu mereka kembali bekerja.
"Saya pikir hukuman yang sangat ringan semacam itu diterapkan, tetapi tidak ada eksekusi atau pembersihan atau penembakan karena kegagalan (pertemuan) Hanoi," kata Thae.
Surat kabar Korea Selatan Chosun Ilbo bulan lalu melaporkan, mantan utusan khusus Korut untuk AS, Kim Hyok Chol, dieksekusi karena mengkhianati Pemimpin Tertinggi terkait pertemuan Hanoi.