Ribuan Embrio Program Bayi Tabung di Gaza Hancur Dibom Israel, Mimpi Pasutri Punya Anak Musnah

Anton Suhartono
Serangan Israel terhadap klinik kesuburan terbesar di Gaza menghancurkan 4.000 lebih embrio dan 1.000 spesimen sperma dan sel telur. (Foto: Reuters)

Perempuan 32 tahun itu tidak bisa hamil secara alami dan beralih ke program bayi tabung. Namun setelah serangan Israel, tak ada lagi klinik yang melayani program bayi tabung.

Keluarga dalam jumlah anggota yang besar merupakan hal umum di Gaza. Biro Statistik Palestina mengungkap, hampir separuh penduduk Gaza berusia di bawah 18 tahun. Penduduk Gaza juga memiliki tingkat kesuburan tinggi, yaitu 3,38 kelahiran per perempuan. 

Sebagai perbandingan tingkat kesuburan di Inggris adalah 1,63 kelahiran per perempuan.

Meski miskin, banyak pasutri yang tidak subur melakukan program bayi tabung. Beberapa dari mereka terpaksa menjual barang berharga seperti televisi dan perhiasan untuk membiayainya.

“Kami sangat memahami arti dari 5.000 nyawa ini, atau potensi kehidupan, bagi para orang tua, baik untuk masa depan atau masa lalu,” kata Bahaeldeen Ghalayini (73), dokter kandungan dan ginekolog lulusan Universitas Cambridge yang mendirikan klinik Pusat IVF Al Basma pada 1997.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menhan Israel Ancam Bunuh Pemimpin Tertinggi Mojtaba saat Iran Gelar Pemakaman Ali Khamenei

57 tahun lalu

Hamas Bubarkan Pemerintahan Gaza di Tengah Proses Gencatan Senjata dengan Israel

57 tahun lalu

Ari Lasso Suarakan Kemerdekaan Palestina di Panggung Prambanan Jazz 2026

57 tahun lalu

Viral Ari Lasso Unggah Bendera Palestina usai Dikabarkan Mau Nikah di Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal