Ribuan Warga AS Ajukan Diri Bergabung Lawan Tentara Rusia di Ukraina

Umaya Khusniah
Ribuan orang di AS mengajukan diri ke Kedutaan Besar Ukraina agar bisa bergabung dalam perang melawan Rusia. (Foto: Reuters)

"Kami menerima dukungan materi dan moral. Dukungan Turki, khususnya, sangat berharga bagi kami. Kami berkomitmen untuk membela negara kami," kata pejabat itu.

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky pada Rabu (2/3/2022) mengatakan, 16.000 tentara asing sedang dalam perjalanan ke Ukraina untuk bergabung dalam perang melawan pasukan Rusia. Pada hari Kamis (3/3/2022), kelompok pertama pejuang tiba di Ukraina untuk mempertahankan negara melawan Rusia.

Perang Rusia di Ukraina dimulai pada Kamis 24 Februari. Keputusan Rusia mendapat kemarahan internasional. Uni Eropa, AS, Inggris dan sejumlah negara lain menerapkan sanksi keuangan yang keras terhadap Moskow.

Menurut angka PBB, 227 warga sipil telah tewas dan 525 terluka di Ukraina sejak awal perang. Namun, pihak berwenang Ukraina menyebutkan jumlah korban tewas lebih dari 2.000 orang.

Lebih dari 1 juta orang telah meninggalkan Ukraina ke negara-negara tetangga, menurut Badan Pengungsi PBB.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
Nasional
2 jam lalu

Airlangga Ungkap Nego Tarif Dagang RI-AS Rampung, Tinggal Finalisasi Dokumen

Internasional
3 jam lalu

Setelah Iran, Giliran Israel dan AS Gelar Latihan Perang di Laut Merah

Internasional
19 jam lalu

Diancam Khamenei, Trump: Semoga Kita Bisa Capai Kesepakatan!

Internasional
7 jam lalu

Iran Ingatkan Trump Tak Ulangi Kesalahan di Afghanistan dan Irak, 7.000 Tentara AS Tewas

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal