Ribuan Warga AS Unjuk Rasa Menolak Tetap di Rumah, Ada yang Bawa Senjata Api

Anton Suhartono
Sebagian pengunjuk rasa anti-lockdown di Michigan membawa senjata api (Foto: AFP)

Whitmer memberlakukan perintah tetap di rumah sejak 24 Maret lalu memperpanjang arahan ‘Tetap di Rumah, Tetap Aman’ sampai 30 April.

Akibat keputusannya itu, Whitmer dituntut dengan setidaknya dua tuduhan, salah satunya pelanggaran konstitusi.

Selama periode tersebut, seluruh industri yang dianggap tidak penting, seperti otomotif, harus tutup. Hanya bisnis yang berkenaan dengan kelangsungan hidup yang boleh buka, seperti toko bahan pokok.

Sementara itu Whitmer mengaku tak ambil pusing dengan tuntutan pengunjuk rasa. Menurut dia, unjuk rasa tersebut lebih bermuatan politik.

"Tidak apa-apa marah. Jika itu membuat Anda merasa lebih baik untuk melampiaskannya kepada saya, tidak apa-apa. Saya punya kulit yangt tebal," kata gubernur, kepada CNN.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pemimpin Hizbullah Peringatkan Israel: Tarik Seluruh Pasukan dari Lebanon Tanpa Syarat

57 tahun lalu

Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapatkan Perdamaian Permanen

57 tahun lalu

AS Mulai Tarik 5.000 Tentara dari Jerman, Imbas Ketegangan dengan NATO soal Iran

57 tahun lalu

Pakistan: Ada Pihak yang Ingin Gagalkan Perdamaian AS-Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal