Berdasarkan pedoman keamanan masa perang, pertemuan lebih dari 50 orang dilarang di Israel, karena negara sedang menghadapi serangan Iran dan kelompok Hizbullah Lebanon.
Di Tel Aviv, pasukan keamanan Israel bertindak represif dengan mendorong demonstran hingga jatuh. Mereka bahkan mencekik demonstran.
Polisi menangkap 13 orang di Tel Aviv saja dan sejumlah besar di kota lain. Di Haifa, polisi menangkap lima orang karena berusaha memblokir jalan.
Meski demikian dukungan warga Isral untuk perang melawan Iran tetap tinggi. Jajak pendapat Institut Demokrasi Israel yang dirilis pada Jumat (27/3/2026) mengungkap, 78 persen warga Yahudi Israel mendukung perang, dibandingkan hanya 19 persen di antara kalangan minoritas Arab-Israel.
Meski demikian jumlah rata-rata warga yang menetang perang menunjukkan tren meningkat, yakni dari 4 persen pada awal Maret menjadi 11,5 persen pada akhir bulan.