Ribuan Yahudi Ultra-Ortodoks Israel Demo Tolak Dikirim Perang ke Gaza

Anton Suhartono
Ribuan Yahudi ultra-Ortodoks berdemonstrasi di penjuru Israel memprotes wajib militer untuk dikirim perang ke Jalur Gaza (Foto: AP)

Kepolisian Israel terpaksa mengalihkan arus lalu lintas ke rute alternatif dan membubarkan massa.

Dalam beberapa hari terakhir, polisi Israel menangkap beberapa mahasiswa Yahudi ultra-Ortodoks yang menghindari wajib militer, meskipun belum ada angka resmi yang dirilis.

Surat kabar Yedioth Ahronoth yang dikelola kelompok Haredi melaporkan, kalangan ultra-ortodoks juga melakukan aksi mogok untuk memprotes "penganiayaan terhadap dunia Taurat".

Militer Israel kekurangan 10.000 hingga 12.000 tentara untuk perang di Gaza. Jumlah itu sebenarnya bisa diisi oleh kelompok Haredi, namun ditolak mentah-mentah.

Komunitas Ultra-Ortodoks terus memprotes wajib militer menyusul putusan Mahkamah Agung pada 25 Juni 2024 yang mewajibkan mereka mendaftar. Israel juga melarang bantuan keuangan kepada lembaga-lembaga keagamaan Yahudi yang para mahasiswanya menolak berperang.

Haredi mencakup sekitar 13 persen dari sekitar 10 juta populasi Israel. Mereka menentang wajib militer atas alasan agama, mempelajari Taurat adalah tugas utama mereka dan bahwa integrasi ke dalam masyarakat sekuler bisa mengancam identitas dan kohesi komunitas mereka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
15 jam lalu

Israel Siapkan Rencana Usir Seluruh Warga Gaza, Tunggu Restu AS

17 jam lalu

Timur Tengah Memanas, Kedubes dan Perusahaan AS Jadi Target Serangan Iran

21 jam lalu

Perang Lagi! AS Peringatkan Warganya di Timur Tengah Waspada

2 hari lalu

Gawat! Sekolah-Sekolah Palestina Dipaksa Pakai Kurikulum Israel, 45.000 Pelajar Terdampak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal