Rumah Prostitusi dengan Pelayan Robot Wanita Ditentang

Anton Suhartono
(Foto: The Guardian)

Organisasi itu membuat petisi "Jangan Biarkan Ada Rumah Prostitusi Robot di Houston' sejak Senin (1/10/2018) dan sudah mendapat lebih dari 12.600 tanda tangan.

Anggota Elijah Rising, David Gamboa, mengatakan, keberadaan robot seks bisa mengancam perilaku seksual yang normal pada manusia. Kelamaan, orang tak tertarik lagi berhubungan seks dengan manusia, jika sudah digantikan robot.

“Kami ingin melihat akhir dari masalah sistemik ini. Robot ini terlihat sangat mirip dengan pornografi, di mana ketika pria terlibat dengan pornografi, hal semacam itu akan memisahkan mereka dari segala jenis hubungan manusia, dan kami telah memantau hal ini dari para penjaja seks," kata Gamboa.

Tak hanya dari sisi fisik karena belum ada penelitian yang mengungkap manfaat kesehatan dari berhubungan dengan robot, aktivitas seks dengan 'mesin' ini juga bisa mengacaukan psikologi pelakunya serta kecanduan.

“Kami melihat banyak orang di media sosial mengatakan ini akan menyelesaikan masalah perdagangan seks. Itu bukan sikap kami. Kami benar-benar melihatnya sebagai pendorong laki-laki, atau setidaknya menciptakan kecenderungan pada laki-laki untuk 'membeli' perempuan,” katanya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gawat! Iran Ancam Tak Lanjutkan Negosiasi dengan AS

57 tahun lalu

Panas! Iran Tembak Kapal Tanker Qatar di Selat Hormuz

57 tahun lalu

Trump Kecam Wasit Brasil karena Beri Kartu Merah Folarin Balogun: Mengerikan!

57 tahun lalu

Blak-blakan, Trump Lobi Presiden FIFA untuk Batalkan Kartu Merah Folarin Balogun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal