Rusia Akan Serang Ukraina jika Ada Warganya yang Dibunuh Terang-terangan

Anton Suhartono
Vladimir Chizhov menegaskan Rusia tak akan menyerang Ukraina jika tidak diprovokasi (Foto: Perwakilan Khusus Rusia untuk UE)

Ukraina sudah dua kali mengalami revolusi, yakni pada 2005 dan 2014 dan Rusia dituding berada di balik gejolak politik. Saat revolusi pada 2014, Presiden Ukraina Viktor Yanukovych dilengserkan. Kondisi kacau di Ukraina itu dimanfaatkan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencaplok Kremia, wilayah otonomi Ukraina yang terletak di semenanjung Laut Hitam. Perang pun tak terhindarkan antara pasukan Rusia dan kelompok-kelompok separatis Kremia yang didukung Ukraina.

Melalui referendum, Krimea pun jatuh ke pelukan Rusia. Namun hingga kini agresi Rusia itu tidak diakui PBB. Sejak itu pula berbagai perundingan digelar untuk mengakhiri konflik Kremia.

Tahun lalu Rusia kesal karena Ukraina menjalin kerja sama dengan NATO. Ada indikasi negara itu juga ingin menjadi anggota pakta pertahanan Atlantik tersebut. Inilah yang kemudian memicu kemarahan Putin hingga mengerahkan pasukan ke perbatasan Ukarina. Pengamat militer meyakini pengerahan kekuatan militer Rusia ke Ukraina ini merupakan yang terbesar sejak Perang Dingin.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Kode Keras! Putin Tegaskan Rusia Bersama Iran

Internasional
8 hari lalu

Bantah Mojtaba Khamenei Kabur ke Rusia, Dubes Iran: Perang Psikologi Musuh!

Internasional
9 hari lalu

Iran Bantah Mojtaba Khamenei Luka Parah di Rusia

Buletin
10 hari lalu

Mojtaba Khamenei Dirawat di Rusia, Putin Diduga Turun Tangan

Internasional
10 hari lalu

Mojtaba Khamenei Disebut Diam-diam Diterbangkan ke Rusia untuk Operasi 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal