Rusia Akui Ada Lonjakan Radioaktif Setelah Ledakan Uji Coba Rudal

Anton Suhartono
Fasilitas uji coba rudal Rusia di Laut Putih (Foto: AFP)

MOSKOW, iNews.id - Insiden ledakan uji coba rudal di fasilitas peluncuran di Laut Putih, Nenoska, Arkhangelsk, Rusia, pada 8 Agustus 2019 menyebabkan terlepasnya radioaktif isotop.

Lima orang ilmuwan dari badan nuklir Rusia Rosatom tewas dalam insiden itu dan tiga lainnya mengalami luka. Selain itu, ada lonjakan tingkat radiasi di kota dekat kejadian, Severodvinsk.

Kantor berita Rusia, mengutip hasil tes dari badan cuaca dan pemantau lingkungan nasional Rosgidromet, melaporkan, radioaktif isotop yang bocor adalah strontium, barium, dan lantanum.

Sensor di Severodvinsk, kata Rosgidromet, mendeteksi adanya unsur radioaktif yang tinggal separuh lagi, yakni sejak beberapa jam setelah kejadian hingga 12 hari, terurai menjadi gas inert radioaktif.

"Gas radioaktif inert ini yang menjadi pemicu peningkatan dalam waktu singkat," bunyi laporan, seperti dilaporkan kembali AFP, Senin (26/8/2019).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
9 jam lalu

Nah, Mantan Presiden Rusia Klaim Warga Greenland Ingin Bergabung dengan Negaranya

Internasional
10 jam lalu

Bela Iran, Rusia Kutuk Intervensi Amerika Cs terkait Demonstrasi Berdarah

Internasional
3 hari lalu

Porak-porandakan Ukraina, Rusia: Tak Ada yang Bisa Cegat Rudal Oreshnik

Internasional
3 hari lalu

Gempur Ukraina Pakai Rudal Oreshnik, Rusia: Peringatan untuk NATO

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal