Rusia Dituduh Langgar Perjanjian Senjata Nuklir, Begini Tanggapan Kremlin

Anton Suhartono
Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov. (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id – Rusia mengomentari tuduhan Amerika Serikat (AS) soal perjanjian pengendalian senjata nuklir New START. Negara Beruang Merah dituduh melanggar New START karena tak mengizinkan tim inspeksi dari AS melakukan tugasnya.

Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov, seperti dikutip dari Reuters, Rabu (1/2/2023), mengatakan AS telah menghancurkan dasar hukum kesepakatan pengendalian senjata antara kedua negara.

Dia menegaskan, New START sangat penting bagi Rusia, terutama berkaitan dengan situasi saat ini.

Senjata nuklir mencuat lagi sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 24 Februari 2022. Negara Barat menyebut Rusia bisa saja menggunakan senjata nuklir di Ukraina, namun dibantah. Alasannya kondisi di Ukraina belum memenuhi syarat untuk menggunakan nuklir.

Kesepakatan New START berlaku sejak 2011 sampai 2021, namun diperpanjang sampai 5 tahun setelahnya. Perjanjian tersebut mengatur pembatasan jumlah hulu ledak nuklir strategis yang dimiliki kedua negara. Perjanjian itu juga mengatur soal penyebaran rudal dan pengebom berbasis darat dan kapal selam.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
11 jam lalu

Trump Ancam Serang Iran Lagi: Anda Akan Segera Tahu!

11 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah, Brent Keluar dari Level 100 Dolar AS per Barel

12 jam lalu

Trump Enggan Pecat Menhan Hegseth meski Partai Republik Kalah Pemilu AS

13 jam lalu

Partai Trump Kalah Pemilu AS, Pemimpin Iran Mojtaba: Jangan Berharap Banyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal