MOSKOW, iNews.id - Rusia kembali melancarkan serangan besar-besaran terhadap fasilitas energi Ukraina pada akhir pekan. Suara ledakan terdengar sepanjang Sabtu (24/1/2026) dini hari hingga pagi di Ibu Kota Kiev.
Serangan terbaru itu memutus aliran listrik untuk 1,2 juta rumah dan unit apartemen, menambah penderitaan warga dalam melewatkan musim dingin ekstrem.
Wakil Perdana Menteri Oleksiy Kuleba mengatakan, lebih dari 3.200 bangunan di Kiev tanpa pemanas pada Sabtu malam, turun dibandingkan 6.000 unit pada pagi hari. Padahal suhu pada malam hari mencapai -10 derajat Celcius.
Lebih dari 160 tim darurat dikerahkan di Kiev untuk memulihkan sistem pemanas. Tim lainnya juga dikerahkan ke wilayah lain yang terkena dampak serangan Rusia, seperti di Ukraina bagian barat dan selatan.
Menteri Energi Ukraina Denys Shmyhal mengatakan, pasokan listrik terhadap 800.000 lebih rumah tangga di Kiev masih putus, begitu pula 400.000 rumah tangga di wilayah tetangga, Chernihiv.
“Mengenai pasokan listrik, serangan musuh yang terus-menerus menghambat stabilisasi situasi,” tulis Shmyhal. di Instagram.
Serangan besar-besaran Rusia berlangsung justru saat digelarnya perundingan trilateral yang dimediasi Amerika Serikat (AS) di Uni Emirat Arab (UEA).