"Tahun lalu, Amerika mengajukan resolusi kepada Dewan Keamanan PBB tentang Ukraina, yang hanya menyerukan untuk mengakhiri konflik sesegera mungkin. Itulah makna dari resolusi. Mari kita adopsi resolusi yang sama (tentang konflik di Iran) di Dewan Keamanan. Kita semua akan mendukungnya. Menurut saya, itu akan adil," ujarnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, negosiasi nuklir antara AS dan Iran pada tahun lalu hampir berhasil, demikian pula dengan perundingan terbaru tahun ini. Namun pertemuan yang dimediasi oleh Oman itu sia-sia akibat serangan Israel dan AS.
Ini menimbulkan pertanyaan mengenai apa yang sebernarnya diindingkan oleh AS dan Israel, kecuali perang.
"Saat di tengah negosiasi, tepat sebelum putaran berikutnya, perang 12 hari dilancarkan, yang disebut sebagai tindakan agresi pertama terhadap Republik Islam Iran. Hal yang sama terjadi sekarang," kata Lavrov.