Rusia Jatuhi Sanksi 77 Individu AS sebagai Pembalasan, Hampir Setengahnya Gubernur

Anton Suhartono
Rusia menjatuhkan sanksi terhadap 77 individu AS sebagai pembalasan, termasuk 33 gubernur (Foto: Reuters)

MOSKOW, iNews.id - Rusia kembali menjatuhkan sanksi kepada individu Amerika Serikat (AS) sebagai pembalasan atas langkah serupa dari Negeri Paman Sam. Kali ini 77 warga AS, termasuk 33 gubernur, dijatuhi sanksi. Mereka yang masuk dalam daftar sanksi tidak diperbolehkan masuk wilayah Rusia secara permanen.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Rusia, dalam pernyataan pada Rabu (8/2/2023), menyatakan daftar terbaru itu dibuat sebagai pembalasan atas ekspansi AS yang terus menerus terkait program sanksi anti-Rusia.

Hampir setengah dalam daftar sanksi terbaru tersebut adalah gubernur negara bagian dari Partai Demokrat maupun Republik.

Selain itu, putri mantan Ketua DPR AS Nancy Pelosi, pemimpin mayoritas Senat Chuck Schumer, dan pemimpin minoritas Senat Mitch McConnell, juga masuk. Mereka dituduh sebagai pendukung antusias kebijakan pemerintahan Presiden Joe Biden untuk mempersenjatai Ukraina.

Lima bos perusahaan kontraktor pertahanan Leidos juga masuk dalam daftar hitam. Perusahaan kontraktor pertahanan yang berbasis di Virginia itu dituduh mengirim pesawat pengintai ke langit dekat Ukraina bertujuan untuk memberi informasi tentang pergerakan militer Rusia. 

Selain itu CEO Desert Tech Nicholas Young juga masuk dalam daftar sanksi. Perusahaannya membuat senjata api yang digunakan oleh personel Garda Nasional Ukraina.

Seminggu lalu AS menjatuhkan sanksi kepada 22 individu dan entitas Rusia atas tuduhan membantu militer dalam perang di Ukraina. Departemen Keuangan AS menyebut, 22 individu dan entitas itu terkait dengan jaringan sanksi global yang mendukung industri militer Rusia. Salah satu yang kena sanksi adalah pedagang senjata Igor Zimenkov.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Trump Enggan Pecat Menhan Hegseth meski Partai Republik Kalah Pemilu AS

10 jam lalu

Partai Trump Kalah Pemilu AS, Pemimpin Iran Mojtaba: Jangan Berharap Banyak

11 jam lalu

Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk

14 jam lalu

Partai Republik Kalah Pemilu AS gegara Perang Iran, Menhan Pete Hegseth Hadapi Pemakzulan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal