Rusia Kumpulkan Semua Faksi Palestina, Ada Apa?

Anton Suhartono
Mohammad Shtayyeh mengatakan Rusia mengundang semua faksi Palestina untuk bertemu di Moskow (Foto: Reuters)

Hamas dan Pemerintah Otoritas Palestina gagal mengakhiri pertikaian sejak 2007. Hamas dan kelompok Jihad Islam, faksi perlawanan lain yang berbasis di Gaza, memiliki pandangan berbeda dalam melawan Israel.

"Mereka harus masuk dalam agenda politik kami. Landasan kita sangat jelas, dua negara berdasarkan perbatasan tahun 1967, melalui cara damai," ujarnya. 

Sementara itu Hamas diketahui memiliki hubungan baik dengan Rusia. Bahkan para pemimpinnya beberapa kali berkunjung ke Moskow sejak perang 7 Oktober. Hamas juga memenuhi permintaan Presiden Vladimir Putin untuk membebaskan warga Rusia yang juga berkewarganegaraan Israel selama gencatan senjata 1 minggu pada akhir November 2023.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Kanada Melanie Joly mengakui sulit untuk menyatukan kekuatan Palestina karena Hamas memiliki legitimasi lebih kuat di mata rakyat.

“Kita perlu reformasi PA (Otoritas Palestina) karena saat ini Hamas memiliki banyak legitimasi di mata rakyat Palestina,” kata Joly.

Dia akan menawarkan proposal kepemimpinan baru Palestina yakni kepada generasi muda, yang bakal turut serta dalam pembentukan negara merdeka.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
9 jam lalu

5.000 Pasien Kanker Gaza Terjebak, Menunggu Pengobatan di Tengah Ancaman Kematian

12 jam lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

19 jam lalu

Menolak Mati, Hamas Umumkan Ikut Pemilu Palestina November 2026

20 jam lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal