Rusia Masukkan Gerakan LGBT dalam Daftar Organisasi Teroris

Anton Suhartono
Rusia memasukkan gerakan LGBT dalam daftar organisasi teroris (Foto: Reuters)

Sebelumnya Rosfinmonitoring sudah memasukkan lebih dari 14.000 orang dan entitas dalam daftar kelompok teroris dan ekstremis, mulai dari Al Qaeda, ISIS, Taliban, hingga Batalyon Azov Neo-Nazi Ukraina serta gerakan yang didirikan tokoh oposisi Alexei Navalny.

Meski demikian seorang sumber pejabat mengatakan, aturan baru ini tidak memengaruhi hak privasi warga negara serta tidak akan menimbulkan konsekuensi hukum yang negatif.

Pembatasan tersebut hanya terkait dengan perlunya mematuhi larangan propaganda LGBT, mengampanyekannya, membangkitkan minat, serta keterlibatan dalam gerakan LGBT.

Rusia pada 2022 memperluas larangan propaganda LGBT terhadap anak di bawah umur. 

Presiden Vladimir Putin bulan lalu juga mengklarifikasi bahwa otoritas tidak akan mengganggu hak pribadi warganya selama mereka tidak melakukannya di depan umum dan tidak melibatkan anak-anak. Putin sebelumnya juga melarang kampanye praktik "hubungan seksual yang tak biasa" sebaliknya berupaya mempromosikan nilai-nilai hubungan kekeluargaan yang normal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Internasional
4 hari lalu

Pesan Tahun Baru, Zelensky Tegaskan Tak Akan Menyerah Lawan Rusia

Internasional
5 hari lalu

Pidato Tahun Baru, Putin Sebut Rusia Akan Menangkan Perang di Ukraina

Internasional
5 hari lalu

Meriahnya Perayaan Malam Tahun Baru 2026 di Berbagai Negara

Internasional
5 hari lalu

Rusia Mulai Operasikan Rudal Nuklir Oreshnik, Kirim ke Belarusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal