Rusia Mungkin Gempur Ukraina Habis-habisan, Warga AS Diminta Segera Pergi

Anton Suhartono
Kedubes AS di Kiev meminta warganya segera meninggalkan Ukraina terkait potensi meningkatnya serangan Rusia (Foto: Reuters)

Zelensky juga telah memberi tahu soal potensi serangan besar-besaran Rusia kepada para pemimpin dunia, yakni Presiden Prancis Emmanuel Macron, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, dan Sekjen PBB Antonio Guterres.

"Semua mitra Ukraina telah diberi tahu tentang apa yang bisa disiapkan negara teroris pekan ini," kata Zelensky.

Otoritas Kiev melarang warga menggelar perayaan kemerdekaan secara terbuka. Larangan tersebut sebagai antisipasi meningkatnya ancaman keamanan dari Rusia.

Dalam dokumen yang diteken pemimpin otoritas militer Kiev Mykola Zhyrnov, acara publik, seperti pertemuan dan perayaan lain terkait hari kemerdekaan dilarang sejak Senin hingga Kamis mendatang. Meski jauh dari garis depan pertempuran di selatan, Kiev bisa saja menjadi sasaran tembakan rudal atau roket Rusia.  Di Kharkiv, kota di timur laut Ukraina, Wali Kota Ihor Terekhov juga mengumumkan perpanjangan jam malam yang biasanya dimulai pukul 22.00 menjadi 16.00, sampai 07.00 keesokan hari. Aturan ini berlaku efektif pada Selasa sampai Kamis.

Gubernur di Mykolaiv Vitaliy Kim juga mengeluarkan larangan bagi penduduk untuk tidak menggelar pertemuan dalam jumlah besar pada Selasa dan Rabu. Warga juga diminta bekerja dari rumah pada dua hari tersebut. 

Kekhawatiran bahwa Rusia akan meningkatkan serangan semakin menjadi setelah Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) menuduh intelijen Ukraina terlibat dalam pembunuhan Darya Dugina, putri Alexander Dugin, ideolog terkenal Rusia yang juga guru Presiden Vladimir Putin. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pidato Kemerdekaan Ke-250 AS, Trump: Militer Kita yang Terkuat, Menang 2 Perang Dunia!

57 tahun lalu

Iran Berduka! Trump Hentikan Negosiasi Seminggu, Beri Waktu Pemakaman Khamenei

57 tahun lalu

Iran Peringatkan AS-Israel Tak Menyerang Prosesi Pemakaman Khamenei: Akan Kami Balas!

57 tahun lalu

Terungkap, AS Sempat Desak Israel Tak Bunuh Menlu dan Ketua Parlemen Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal