Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Anton Suhartono
Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Venezuela bukan untuk memerangi narkoba, melainkan minyak (Foto: AP)

“Operasi di Karakas menjadi bukti terbaik, setiap negara harus memperkuat angkatan bersenjata semaksimal mungkin, tidak membiarkan para penjahat kaya dengan mudah mengubah tatanan konstitusional demi minyak atau hal lain," tuturnya.

Dia menegaskan, satu-satunya kekuatan maksimal yang menjamin perlindungan suatu negara adalah senjata nuklir.

Lebih lanjut Medvedev mengatakan, Venezuela merupakan negara merdeka yang tidak menimbulkan ancaman bagi AS namun harus menghadapi kenyataan yang sangat pahit. Dia juga mengkritik sikap diam negara-negara Eropa atas serangan tersebut.

Medvedev lalu menyindir bahwa serangan AS ke Venezuela merupakan contoh luar biasa dari upaya perdamaian.

"Jaminan cinta dari Amerika Latin, lagipula, doktrin Monroe sangat populer di sana. Singkatnya, langkah cemerlang lain menuju Hadiah Nobel (Perdamaian)," katanya, merujuk pada ambisi Trump mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Selat Hormuz Tegang, Trump Kirim Utusan ke Qatar: Iran Minta Bertemu

57 tahun lalu

Trump: Komunisme, Ancaman Terbesar bagi AS

57 tahun lalu

Serangan Pembalasan Iran ke Pangkalan Militer AS Makan Korban, 1 Warga Qatar Tewas

57 tahun lalu

Putin: Ukraina Minta Serangan ke Wilayah Lebih Dalam Dihentikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal