Rusia Sebut Amerika Serang Venezuela Bukan karena Narkoba, tapi Minyak

Anton Suhartono
Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional Rusia Dmitry Medvedev menyebut serangan AS ke Venezuela bukan untuk memerangi narkoba, melainkan minyak (Foto: AP)

MOSKOW, iNews.id - Wakil Ketua Dewan Keamanan Nasional RusiaDmitry Medvedev menyebut serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela disertai dengan penangkapan Presiden Nicolas Maduro tidak ada hubungannya dengan operasi anti-narkoba, melainkan bermotif minyak.

Menurut mantan Presiden Rusia yang juga sekutu dekat Vladimir Putin itu, AS ingin menguasai minyak Venezuela yang cadangannya sangat melimpah.

"Tim (Presiden AS Donald) Trump keras dan sinis dalam memajukan kepentingan negaranya. Penggulingan Maduro tidak ada hubungannya dengan narkoba, hanya minyak, dan mereka secara terbuka mengakui ini," kata Medvedev, dalam pernyataannya di media sosial X, dikutip Senin (5/1/2026).

Dia meragukan Trump akan mampu mengambil alih pemerintahan Venezuela dari jauh dalam kondisi seperti ini.

Dalam pernyataan terpisah, Medvedev mengatakan operasi militer AS di Venezuela membuktikan bahwa setiap negara harus memperkuat kemampuan militernya. Alasannya serangan ini bisa saja terjadi ke negara lainnya, terutama yang bermusuhan dengan AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran, Tak Menunggu 19 Juni

57 tahun lalu

Trump Teken MoU Perjanjian Damai, Iran Tegaskan Tak Akan Serahkan Bahan Nuklir

57 tahun lalu

Bukan Hanya Trump, Presiden Iran Masoud Pezeshkian Juga Teken MoU Perjanjian Damai

57 tahun lalu

Macron Rilis Video Trump Teken MoU Perjanjian Damai dengan Iran: Langkah Penting!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal