Rusia Sebut AS Makin Nyaman soal Senjata Nuklir, Kenapa?

Anton Suhartono
Rusia mengungkapkan keprihatinan bahwa AS tak memiliki rasa bersalah terkait penggunaan senjata nuklir dalam sejarah (Foto: Reuters)

AS dan Masa Depan Senjata Nuklir

Rusia khawatir pembiaran semacam ini justru memperkuat keyakinan AS bahwa penggunaan senjata nuklir bisa dibenarkan dalam konteks tertentu. Tanpa pengakuan atau kecaman, tidak ada jaminan bahwa tragedi serupa tidak akan terulang.

“Tanpa jawaban atas apa yang akan dilakukan AS selanjutnya dengan persenjataan nuklirnya, dunia tetap berada dalam bayang-bayang ancaman,” ujarnya.

Ironisnya, dalam peringatan tersebut, pejabat-pejabat Hiroshima dan Nagasaki justru menyinggung Rusia dalam konteks senjata nuklir saat ini, bukan AS yang menjadi pelaku sejarah.

“Pejabat kota menyebut bahwa AS dan Rusia belum mengambil kesimpulan atau belajar dari tragedi tersebut. Tapi mereka tidak menyebutkan fakta historis siapa pelakunya,” ujar Zakharova, menyindir.

Pada Agustus 1945, militer AS menjatuhkan dua bom atom di Jepang. Bom pertama menghantam Hiroshima pada 6 Agustus dan menewaskan 140.000 orang dari total 350.000 penduduk kota itu. Tiga hari kemudian, bom kedua dijatuhkan di Nagasaki dan menyebabkan sekitar 74.000 korban jiwa.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
15 jam lalu

Serangan Beruang Makin Ganas di Jepang, Incar Orang di Toilet Umum

Internasional
16 jam lalu

Dibanderol Rp6,4 Miliar, Begini Cara Kerja Mesin Cuci Manusia

Internasional
17 jam lalu

Begini Wujud Autopen, Alat Peniru Tanda Tangan yang Dipermasalahkan Trump kepada Joe Biden

Internasional
17 jam lalu

Heboh, Mesin Cuci Manusia Mulai Dijual di Jepang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal