Pasukan Rusia menggempur sebuah apartemen di Odesa, Ukraina Jumat (1/7/2022) pagi. (Foto: Doc Reuters)
Umaya Khusniah

KIEV, iNews.id - Jumlah korban tewas dalam serangan Rusia di wilayah dekat Odesa Ukraina bertambah menjadi 21 orang. Korban tewas termasuk bocah laki-laki 11 tahun dan ibunya. 

Pihak berwenang Ukraina melaporkan, seorang wanita pelatih sepak bola anak berusia 42 tahun juga tewas dalam serangan. Selain itu, korban luka dalam serangan termasuk enam anak dan wanita hamil kini telah dirawat di rumah sakit. 

“Rudal-rudal ini, Kh-22, dirancang untuk menghancurkan kapal induk dan kapal perang besar lainnya. Tentara Rusia justru menggunakannya untuk menyerang gedung biasa berlantai sembilan dengan orang-orang sipil di dalamnya,” kata Presiden Ukraina Volodymr Zelensky, konferensi pers Jumat (1/7/2022). 

Video serangan sebelum fajar menunjukkan reruntuhan bangunan yang hangus di kota kecil Serhiivka, sekitar 50 kilometer dari Odesa. Kantor kepresidenan Ukraina mengatakan, pesawat tempur menembakkan tiga rudal yang menghantam sebuah gedung apartemen dan tempat perkemahan.

Pihak berwenang Ukraina menafsirkan, serangan itu sebagai balasan atas penarikan pasukan Rusia dari Pulau Ular sehari sebelumnya. Padahal Moskow menggambarkan kepergian mereka sebagai "isyarat niat baik" untuk membantu membuka blokir ekspor gandum.

Pasukan Rusia mengambil alih pulau itu pada hari-hari awal perang. Tujuannya agar dapat menyerang Odesa, pelabuhan terbesar Ukraina dan markas angkatan lautnya.

“Penjajah tidak bisa menang di medan perang, jadi mereka melakukan pembunuhan keji terhadap warga sipil,” kata Kepala Dinas Keamanan Ukraina (SBU), Ivan Bakanov. 

Dia menambahkan, setelah musuh diusir dari Pulau Ular, mereka memutuskan untuk membalas dengan tembakan ke arah warga sipil.

Militer Ukraina di media sosial pada Jumat (2/7/2022) malam melaporkan, dua pesawat tempur Su-30 Rusia membom Pulau Ular dengan bom fosfor. Video udara hitam-putih menunjukkan dua ledakan menghantam pulau itu.

Pesawat-pesawat tempur dilaporkan menyerang dari Belbek, di Semenanjung Krimea yang diduduki Rusia. Namun militer Rusia tidak segera berkomentar.


Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT