Rudal menghantam sebuah gedung apartemen dua lantai di wilayah Kharkiv, Ukraina. (Foto: Reuters)
Umaya Khusniah

KIEV, iNews.id - Rudal menghantam sebuah gedung apartemen dua lantai di wilayah Kharkiv, Ukraina. Satu orang dilaporkan tewas dan enam lainnya luka. 

Gubernur Kharkiv, Oleh Synyehubov di akun telegram, pada Senin (21/11/2022) melaporkan, serangan roket itu juga merusak gedung lain di dekat apartemen tersebut. 

“Tadi malam, musuh melancarkan serangan rudal S-300 di Desa Shevchenkovo, Distrik Kupyansky. Roket itu menghantam sebuah gedung apartemen berlantai dua. Sebuah bangunan tempat tinggal di dekatnya juga rusak,” katanya.

Synyehubov menambahkan, pasukan Rusia menggunakan mortir dan artileri untuk menembaki permukiman di Distrik Kupiansk, Kharkiv, dan Chuguyevsky.

Sementara itu, otoritas lokal di wilayah Donetsk juga mengumumkan, sekitar tiga warga sipil terluka dalam sebuah serangan.

“Sekitar tiga warga sipil terluka oleh Rusia, dua di Bakhmut dan satu di Desa Kostiantynivka. Saat ini tidak mungkin untuk menentukan jumlah pasti korban di Mariupol dan Volnovakha,” kata Gubernur Donetsk, Pavlo Kyrylenko dalam sebuah pesan di Telegram.

Di tempat lain, seorang pria berusia 78 tahun juga terluka di Distrik Nikopol yang terletak di wilayah Dnipropetrovsk. 

“Tiga komunitas terkena dampak - Nikopol, Marganetskaya dan Mirovskaya. Hampir 60 peluru yang menghujani wilayah tersebut. Seorang pria berusia 78 tahun terluka di Nikopol ... Di kota (Dnipro), peluru Rusia merusak rumah, kapal, dan mobil pribadi,” kata Gubernur Dnipropetrovsk, Valentyn Reznichenko di Telegram.

Perkembangan itu terjadi ketika Rusia dan Ukraina saling menyalahkan atas ledakan yang dilaporkan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia oleh Badan Energi Atom Internasional pada Minggu pagi.

Belakangan, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan, pihaknya menghancurkan bengkel perakitan mesin pesawat di pabrik Motor Sich di wilayah yang sama.

Menurut perkiraan PBB, korban sipil dari perang yang sedang berlangsung di Ukraina telah mencapai setidaknya 16.500. Sekitar 6.500 tewas dan 10.000 lainnya terluka.



Editor : Umaya Khusniah

BERITA TERKAIT