Pertahanan Udara Suriah menghadang serangan rudal Israel, beberapa waktu lalu. (Foto: AP)
Ahmad Islamy Jamil

NUR SULTAN, iNews.idRusia mulai gerah dengan tindakan Israel menyerang Suriah. Moskow pun menilai ulah militer zionis itu tak dapat diterima.

“Kami pasti akan mempertimbangkan masalah pengeboman intensif wilayah Suriah oleh Israel. Kami pikir kami juga perlu fokus pada masalah ini. Ini tidak dapat diterima,” kata Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Suriah, Alexander Lavrentyev, pada awal pertemuan negara-negara penjamin solusi untuk Suriah di Nur-Sultan, Kazakhstan, Rabu (15/6/2022), dikutip kantor berita Sputnik.

Dalam kesempatan itu, dia juga mengutarakan keyakinan Moskow bahwa sudah waktunya untuk membatasi mekanisme bantuan lintas batas ke Suriah. 

“Sejauh ini, kami tidak melihat kemajuan apa pun di pihak Barat dalam melonggarkan rezim sanksi. Mekanisme (bantuan lintas batas) ini benar-benar dibuat sebagai tindakan sementara,” ujarnya. 

“Mungkin, sudah waktunya untuk semua bantuan yang diberikan oleh masyarakat internasional untuk pergi secara legal melalui Damaskus (Pemerintah Suriah),” kata Lavrentyev.

Dia menuturkan, semua komitmen untuk pelaksanaan proyek pemulihan awal di Suriah—yang dijanjikan setahun lalu—tidak dipenuhi oleh Barat. 

“Oleh karena itu, dalam kondisi ini, kami mungkin akan mempertimbangkan untuk membatasi mekanisme lintas batas," katanya.

Pada 15-16 Juni ini, Kazakhstan menjadi tuan rumah negosiasi tingkat tinggi dari negara-negara penjamin solusi untuk Suriah (Rusia, Turki, dan Iran) yang dibentuk berdasarkan Perundingan Astana. Pertemuan kali ini melibatkan partisipasi perwakilan pemerintah dan oposisi Suriah, serta Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).


Editor : Ahmad Islamy Jamil

BERITA TERKAIT