Rusia Tawarkan iPhone bagi yang Laporkan Konten Ekstremis di Internet

Nathania Riris Michico
Ilustrasi orang yang menyebarkan mengakses konten di internet. (Foto: Shutterstock)

"Website itu mendorong anak-anak muda untuk membantu membuat kita semua lebih aman," kata Singarev, merujuk pada wilayah tersebut yang berbatasan dengan Chechnya di Kaukasus utara.

Situs berita Grani menambahkan, jika orang-orang tidak tertarik dengan ponsel yang ditawarkan, mereka bisa meminta imbalan berupa skateboard.

Singarev juga mengunggah video Hot Line di YouTube yang mengingatkan bahwa "unggahan-unggahan yang agresif" dapat berubah menjadi agresi dalam kehidupan nyata, jika unggahan mereka banyak disukai ataupun dibagikan pengguna.

Video itu menampilkan urutan animasi serangan bom di sebuah stasiun kereta api.

Belum diketahui berapa banyak informasi yang sudah diterima situs itu. Namun menurut Kommersant, pendekatan yang dilakukan Dagestan dipuji sebagai yang 'terbaik di Rusia'.

Sejumlah perkembangan yang terjadi pada September mungkin juga mendorong mereka untuk mempublikasikan kembaliu websiter tersebut.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Zelensky Ajak Putin Bertemu di AS: Kalau Diminta Trump Dia Sulit Menolak

57 tahun lalu

Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana: Fokus Selesaikan Persoalan Dalam Negeri

57 tahun lalu

KTT Rusia-ASEAN, Putin Jamu 11 Pemimpin Negara ASEAN Hari Ini

57 tahun lalu

Blak-blakan, Zelensky Berkali-kali Ajak Putin Bertemu Bahas Upaya Damai tapi Ditolak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal