KIEV, iNews.id - Sejumlah perempuan Ukraina berlatih mengidetifikasasi dan menjinakkan bahan peledak atau ranjau darat di Kosovo. Training digelar selama 18 belas hari di Kota Peja.
Salah satu perempuan yang mengikuti latihan itu yakni Anastasiia Minchukova (20). Guru Bahasa Inggris itu dan lima perempuan lainnya mengenakan pelindung wajah dan dibekali detektor ranjau darat saat training.
Sebagai bentuk latihan, mereka menjelajah lapangan yang telah dipenuhi peringatan bahaya ranjau darat.
Diyakini, perang Rusia-Ukraina segera berakhir. Maka dari itu, besar kemungkinan masih akan ada banyak ranjau darat yang tersisa di Ukraina.
Ranjau-ranjau ini masih sangat berbahaya. Maka dari itu, mereka perlu segera dibersihkan dan dijinakkan.
"Kami percaya ada begitu banyak pekerjaan yang harus dilakukan," katanya.
Dengan pria Ukraina berusia 18-60 tahun dilarang meninggalkan negara mereka dan sebagian besar terlibat perang, para perempuan ingin membantu dengan cara apa pun yang mereka bisa termasuk terlibat dalam pembersihan ranjau.
"Ini berbahaya di seluruh Ukraina, bahkan jika Anda berada di wilayah yang relatif aman," kata Minchukova, yang berasal dari Ukraina tengah.