Salut, Sejumlah Perempan Ukraina Pergi ke Kosovo Ikuti Latihan Jinakkan Ranjau Darat

Umaya Khusniah
Sejumlah perempuan Ukraina berlatih mengidetifikasasi dan menjinakkan bahan peledak atau ranjau darat di Kosovo. (Foto: AP Photo)

Kosovo merupakan lokasi konflik bersenjata pada 1998-1999 antara separatis etnis Albania dan pasukan Serbia yang menewaskan sekitar 13.000 orang. Ribuan ranjau yang belum meledak tersebar dan perlu dibersihkan. 

Instruktur training, Artur Tigani mengatakan telah menyesuaikan kurikulum agar dibuat semirip mungkin dengan lingkungan Ukraina. Dia pun mengaku senang berbagi pengalaman dengan para perempuan Ukraina. 

"Meskipun 23 tahun telah berlalu, itu masih segar dalam ingatan kami, kesulitan yang kami temui ketika mulai pembersihan di Kosovo," kata Tigani.

Tigani merupakan perwira operasi pekerjaan ranjau yang sangat terlatih dan berpengalaman yang bertugas sebagai insinyur di bekas tentara Yugoslavia selama tahun 1980-an. Dia telah ditempatkan di negara asalnya Kosovo, Sri Lanka, Uganda, Kongo, Rwanda dan Kenya, dan melakukan misi pelatihan di Suriah, dan Irak.

Selama kelas minggu lalu, dia membawa peserta pelatihannya melalui ladang ranjau darurat sebelum pindah ke kelas luar ruang yang menampilkan papan besar dengan berbagai sampel bahan peledak dan ranjau.

Dia mengatakan, meskipun tidak mungkin untuk menilai seberapa penuh ranjau dan mana yang belum meledak di Ukraina saat ini, dampak dari konflik lain menunjukkan masalahnya akan sangat besar.

“Di banyak bagian dunia, sisa-sisa ledakan perang terus membunuh dan melukai ribuan warga sipil setiap tahun setelah permusuhan aktif berakhir. Mayoritas korban adalah anak-anak,” Komite Internasional Palang Merah bersaksi pada konferensi PBB bulan Desember.

Editor : Umaya Khusniah
Artikel Terkait
6 hari lalu

Pesawat Bawa Presiden Ukraina Zelensky Nyaris Kena Tembak Drone Rusia

6 hari lalu

Peringatan Keras Rusia: Semua Harus Paham Kami Bisa Pakai Senjata Nuklir, Bukan Nakut-nakuti!

7 hari lalu

Kim Jong Un Berterima Kasih kepada Pasukan Korut yang Bantu Rusia Perang Lawan Ukraina

7 hari lalu

Rusia Tegaskan Berhak Pakai Senjata Nuklir, jika...

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal