Sanksi Bertubi-tubi kepada Rusia Ternyata Tak Mempan, Rubel Hampir Kembali ke Posisinya

Anton Suhartono
Mateusz Morawiecki menegaskan sanksi Barat terhadap Rusia belum berhasil memukul perekonomian Rusia (Foto: Reuters)

Polandia berkali-kali mendesak agar negara Barat menjatuhkan sanksi lebih keras terhadap Rusia. Morawiecki dalam cuitan sebelumnya mengatakan, sanksi yang diberikan itu seharusnya dapat menghentikan ambisi Presiden Vladimir Putin

Saat negara-negara Barat mulai memberlakukan sanksi besar-besaran terhadap Rusia pada awal Maret, rubel jatuh ke posisi terendah dalam sejarah, yakni 132 per dolar dan 147 per euro. Namun, pada akhir Maret, rubel diperdagangkan pada kisaran masing-masing 85 per dolar dan 93 per euro, hampir sama dengan kurs sebelum Rusia melakukan invasi. 

Mata uang Rusia pulih setelah Bank Sentral mengambil sejumlah langkah serta keputusan pemerintahan Putin yang mengharuskan negara-negara 'tidak bersahabat' membayar gas menggunakan rubel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
1 hari lalu

Mengenal Perjanjian Nuklir AS-Rusia New START yang Sudah Tak Berlaku

Internasional
2 hari lalu

Trump Tolak Tawaran Putin Perpanjang Kesepakatan Nuklir AS-Rusia New START

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Nuklir AS-Rusia Berakhir, China Ogah Diseret-seret

Internasional
2 hari lalu

Perjanjian Senjata Nuklir AS-Rusia New START Berakhir, Ini Kata Trump

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal