Sebagian Besar Warga Swiss Setuju Cadar Dilarang

Anton Suhartono
Hasil referendum menunjukkan sebagian besar warga Swiss mendukung larangan penggunaan cadar di tempat umum (Foto: Reuters)

Swiss menjadi negara Eropa berikutnya yang melarang cadar. Prancis sudah melarang sejak 2011, disusul kemudian dengan Denmark, Austria, Belanda, dan Bulgaria.

Sebenarnya pengguna cadar di Swiss sangat sedikit. Diperkirakan hanya sekitar 30 perempuan yang menggunakannya, demikian hasil survei Universitas Lucerne. 

Populasi muslim di Swiss mencapai 5 persen dari total penduduk yang berjumlah 8,6 juta jiwa. Pemeluk agama Islam sebagian besar pendatang yakni asal Turki, Bosnia, dan Kosovo.

Sebelumnya Pemerintah Swiss mendesak warga untuk tidak menyetujui larangan cadar. Penyebabnya larangan ini akan menurunkan jumlah wisatawan dari negara kaya Arab. Selain itu jumlah pengguna cadar sangat sedikit di Swiss.

Amnesty International juga mengkritik larangan ini sebagai bentuk diskriminasi.

"Setelah pelarangan menara masjid, mayoritas pemilih Swiss sekali lagi mendukung inisiatif yang mendiskriminasi satu komunitas agama dan tidak perlu menimbulkan ketakutan dan perpecahan. Larangan menggunakan cadar bukan ukuran untuk kebebasan perempuan, melainkan kebijakan simbolis berbahaya yang melanggar kebebasan berekspresi dan beragama," kata Amnesty.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Muslim
14 hari lalu

Sengaja Tidak Membayar Zakat, Apa Konsekuensinya?

Nasional
21 hari lalu

Menag Nasaruddin Ingin Indonesia Jadi Pusat Studi Alquran Dunia

Seleb
21 hari lalu

Terungkap! Ini Percakapan Terakhir Vidi Aldiano dengan Habib Jafar yang Bikin Haru

Seleb
21 hari lalu

Habib Jafar Meyakini Vidi Aldiano Husnul Khotimah, Ini 3 Alasannya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal