Sebut Gempa di Palu Hukuman Allah, Oposisi Malaysia Dikecam

Nathania Riris Michico
Pemimpin oposisi Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi. (Foto: The Malaysia Insight)

“Pikirkanlah, bahkan San Francisco, yang praktis menjadi ibu kota LGBT di dunia dan duduk di zona gempa, masih baik-baik saja; atau Sydney dalam hal ini," ujarnya.

"Dengan logika itu saya kira Tuhan pasti sangat mencintai tempat-tempat ini karena mereka adalah salah satu tempat paling makmur dan baik untuk hidup di bumi," katanya.

Inilah sebabnya, sebut Siti Kasim, mengapa sains penting agar orang tidak mudah ditipu oleh mereka yang menggunakan agama dan Tuhan untuk membenarkan komentar mereka.

Seperti diberitakan sebelumnya, Zahid mengklaim gempa bumi dan tsunami yang terjadi di Palu, Indonesia, merupakan hukuman Allah atas kegiatan LGBT.

Menurutnya, lebih dari 1.000 orang di wilayah yang dilanda bencana terlibat dalam kegiatan LGBT.

"Kami melihat situasi di Malaysia, kami khawatir karena kami tahu apa yang terjadi di Palu baru-baru ini di mana ada gempa bumi dan tsunami. Dilaporkan ada lebih dari 1.000 anggota komunitas mereka yang terlibat dalam kegiatan (LGBT) tersebut," katanya.

“Akibatnya seluruh daerah hancur. Ini adalah hukuman Allah," ujar Zahid.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
2 hari lalu

13 WNI Terdampak Kebakaran Hanguskan 1.000 Rumah di Malaysia, Bagaimana Kondisinya?

Nasional
3 hari lalu

Kebakaran Hebat Hanguskan 1.000 Rumah di Malaysia, Kemlu Pantau Kondisi WNI

Internasional
6 hari lalu

Malaysia Siap Potong Gaji Menteri jika Krisis Timur Tengah Memburuk

Seleb
6 hari lalu

Kronologi Lengkap Siti Nurhaliza Kecelakaan Mobil di Jalan Tol, Menegangkan Banget!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal