Sedemikian Tak Berharganya, Mata Uang Venezuela Dijadikan Tas Anyaman

Nathania Riris Michico
Di tangan Edison Infante, mata uang Venezuela disulap menjadi tas anyaman. (Foto: DYLAN BADDOUR)

Setiap hari ribuan warga Venezuela yang baru pulang dari tempat bekerja di Kolombia menukarkan segenggam uang logam Kolombia dengan tumpukan uang kertas Bolivar.

Mata uang Bolivar dengan pecahan kecil diperlakukan seperti sampah, seperti 10 Bolivar yang dicetak pada 2011, 100 Bolivar yang dicetak pada 2015, dan 1.000 Bolivar yang dicetak pada 2016.

Para seniman, termasuk Infante, membeli tumpukan uang kertas itu untuk menjadi bahan anyaman. Satu tumpuk uang kertas dihargai 1 dolar AS atau Rp15.217—melampaui nilai sebenarnya.

Jorge Cardero, pembuat tas uang anyaman lainnya, duduk di antara tumpukan uang yang baru dibelinya. Saat baru mulai membuat tas berbahan dasar uang, dia memakai uang kertas dua hingga lima Bolivar.

"Kami tidak pernah membayangkan bakal menggunakan uang pecahan 5.000," ujarnya.

Cordero mengaku belajar melipat-lipat kertas menjadi anyaman saat dipenjara di Venezuela.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
3 hari lalu

CIA Dilaporkan Serang Pelabuhan Venezuela Pakai Drone

Internasional
15 hari lalu

Amerika Ingin Rebut Minyak, Venezuela: Mimpi!

Internasional
15 hari lalu

Mengapa Amerika Serikat Ingin Rebut Minyak Venezuela?

Internasional
15 hari lalu

Amerika Ingin Rebut Minyak, Venezuela Minta Pertemuan Darurat Dewan Keamanan PBB

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal