Sejarah Hari Masyarakat Adat dan Populasinya Saat Ini

Meuthia Hamidah
Ilustrasi Hari Masyarakat Adat Indonesia diperingati setiap 13 Maret (Foto: Antara)

JAKARTA, iNews.id - Sejarah Hari Masyarakat Adat Indonesia yang diperingati setiap 13 Maret penting untuk diketahui. Hari peringatan ini ditetapkan guna meningkatkan kesadaran dan melindungi hak-hak populasi masyarakat adat serta memberikan penghormatan kepada komunitas adat. 

Sebelum mengetahui sejarah Hari Masyarakat Adat, ada baiknya mengenal lebih dulu apa itu masyarakat adat. Masyarakat adat merupakan kelompok sosial dan budaya yang memiliki ikatan dengan leluhur dan tanah atau sumber daya alam tempat mereka tinggal. 

Menurut Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), masyarakat adat atau indigenous peoples adalah masyarakat yang memiliki sejarah asal-usul dan menempati wilayah adat secara turun-temurun. Tidak hanya memiliki kedaulatan atas tanah dan kekayaan alam, kehidupan sosial-budaya masyarakat adat diatur oleh hukum adat dan lembaga adat yang mempertahankan keberlanjutan kehidupan masyarakat adat sebagai komunitas adat.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan terdapat sekitar 476 juta masyarakat adat di dunia yang tinggal di 90 negara. Jumlah mereka kurang dari 5 persen dari populasi dunia, namun masuk dalam 15 persen populasi termiskin.

Bicara tentang masyarakat adat di Indonesia, melansir aman.or.id, populasi masyarakat adat di Indonesia terbilang cukup banyak. Disebutkan terdapat 2.449 komunitas masyarakat adat yang tergabung dalam AMAN atau mencapai 40 juta sampai 70 juta jiwa.

Meski keberadaan masyarakat adat sudah diakui, baik dalam konstitusi RI maupun berbagai peraturan perundang-undangan, sebagian dari mereka masih menghadapi situasi pengabaian hak, pengucilan, bahkan kekerasan.

Oleh karena itu, untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan kelompok tersebut, diadakan peringatan Hari Masyarakat Adat. Hari Masyarakat Adat Internasional diperingati pada 9 Agustus. Sedangkan di Indonesia, Hari Masyarakat Adat diperingati setiap 13 Maret. 

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
14 jam lalu

Eks Bos WHO Beberkan Fakta Mengkhawatirkan Wabah Ebola 2026, Dunia Harus Waspada!

Internasional
18 jam lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Nasional
18 jam lalu

Pintu Masuk Indonesia Diperketat usai WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Global

Nasional
2 hari lalu

WHO Tetapkan Ebola Langka Tanpa Vaksin sebagai Darurat Global, Ini Alasannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal