Sultan Abdul Malik bin Marwan dari Dinasti Bani Umayyah kemudian memperbaiki dan memperluasnya pada 658 hingga 705 M. Masjid ini sempat beberapa kali diperbaiki akibat gempa bumi.
Kondisi Masjid Al Aqsa yang dilihat saat ini merupakan hasil pugaran pada era Sultan Ali Azzahir pada 1035 M.
Dalam informasi yang diberikan oleh Haram Al Aqsa bertajuk A Guide to Al Aqsa Mosque Al Haram Ash Sharif, disebutkan masjid yang berada tepat di sebelah tenggara Kota Yerusalem ini memiliki luas area total 144.000 meter persegi. Di dalam kompleks Masjid Al Aqsa, ada beberapa masjid lain seperti Masjid Al Qibli, Masjid Al Buraq, dan Masjid Marwani, serta sekitar 200 situs sejarah Islam lainnya.
Nama Al Aqsa memiliki makna referensi jarak dan status yang tinggi. Jadi, secara keseluruhan, Al Aqsa berarti masjid terjauh dari Makkah dengan keagungannya yang tinggi, di mana masjid ini menjadi lokasi peristiwa penting dalam sejarah Islam yakni Isra Mikraj.
Pada 1969, masjid ini pernah dibakar oleh zionis asal Australia bernama Dennis Michael Rochan. Api melalap hampir seluruh bagian masjid, termasuk mimbar Salahuddin Al Ayyubi. Meskipun pernah diadili di Israel, pelaku dibebaskan karena memiliki gangguan kejiwaan.
Fakta lain mengenai Al Aqsa adalah keberadaan perpustakaan di dalamnya. Perpustakaan masjid dibangun pada 1923 oleh Dewan Legislatif Muslim Tertinggi dengan koleksi yang cukup lengkap.