Sejumlah Ledakan Kuat Hantam Ukraina Tengah, Dampak Belum Diketahui

Ahmad Islamy Jamil
Bangunan-bangunan di Kota Zaporizhzhia, Ukraina, akibat serangan udara Rusia pada Minggu (9/10/2022) pagi. (Foto: Reuters)

Rusia secara intensif melancarkan serangan presisi terhadap infrastruktur Ukraina sejak 10 Oktober lalu, atau dua hari pascaserangan militer Kiev di Jembatan Krimea. Awal bulan lalu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan, sekitar 40 persen infrastruktur energi di negaranya telah rusak akibat serangan Moskow tersebut. 

Hal itu menyebabkan pemadaman massal di seluruh negeri. Menyusul serangkaian serangan lain Rusia pada 15 November, Perdana Menteri Ukraina Denys Shmyhal mengatakan bahwa sekitar 50 persen infrastruktur energi di negaranya telah rusak.

Rusia melancarkan agresi militer—yang oleh Moskow disebut sebagai operasi militer khusus—di Ukraina pada 24 Februari. Tindakan itu diambil Rusia setelah Republik Rakyat Donetsk dan Luhansk (DPR dan LPR) meminta bantuan Moskow untuk membela diri dari serangan pasukan Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina. Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khususnya adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
12 jam lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

1 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

19 jam lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

1 hari lalu

Kronologi Ledakan Tabung Oksigen di Kelapa Gading Tewaskan 1 Orang, Terjadi saat Pengisian

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal