WASHINGTON, iNews.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Marco Rubio mengkliam, militernya tak akan menembak lebih dulu terkait meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz. Kapal-kapal perang AS hanya akan menembak jika diserang lebih dulu.
Militer Iran pada Senin lalu menembak dua kapal perang AS yang berupaya mendekati Selat Hormuz, meski klaim itu dibantah Komando Pusat AS (Centcom).
Kapal perang AS mendekati Selat Hormuz atas perintah Presiden Donald Trump yang menggulirkan Proyek Kebebasan, inisiatif untuk mengevakuasi kapal-kapal komersial yang terjebak di Selat Hormuz. Namun Trump pada Selasa kemarin menghentikan inisiatif tersebut guna menghindari konflik lebih lanjut.
"Proyek Kebebasan ini bukan operasi ofensif. Ini adalah operasi defensif. Artinya sangat sederhana, tidak akan ada penembakan kecuali kami ditembak terlebih dulu," kata Rubio, seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (6/5/2026).
Militer AS, lanjut dia, berhak membela diri dari kemungkinan dan setiap serangan.