Serangan Drone AS di Kabul Afghanistan Bunuh 10 Warga Sipil termasuk 7 Anak

Ahmad Islamy Jamil
Serangan drone AS di Kabul, Afghanistan, bulan lalu menewaskan 10 warga sipil. (Foto: Reuters)

Sang jenderal mengatakan, dia sekarang percaya bahwa tidak mungkin orang-orang yang tewas dalam serangan drone pada 29 Agustus itu adalah anggota afiliasi ISIS di Afghanistan (juga disebut ISIS-Khorasan atau ISIS-K) yang menjadi ancaman bagi pasukan AS. Menurut McKenzie, Pentagon sedang mempertimbangkan pemulihan bagi keluarga korban.

Serangan drone AS itu terjadi tiga hari setelah seorang pelaku bom bunuh diri ISIS menewaskan 13 tentara AS dan sejumlah warga sipil Afghanistan yang berkerumun di luar gerbang Bandara Kabul untuk menunggu dievakuasi dari negara itu. 

Setelah aki bom bunuh diri di bandara itu, militer AS melancarkan serangan pesawat tak berawak di Afghanistan Timur—yang diklaim menewaskan dua militan ISIS. Serangan kedua drone itu, yang memakan korban jiwa dari kalangan warga sipil Afghanistan, terjadi ketika militer AS berada dalam keadaan siaga tinggi, setelah para pejabat memperingatkan adanya ancaman lebih banyak serangan di Bandara Kabul. 

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
9 jam lalu

Trump Ingin Venezuela Jadi Negara Bagian AS: Tak Perlu Presiden Lagi, Cukup Gubernur

9 jam lalu

Bengkak, Biaya Perang AS Lawan Iran Jadi Rp854 Triliun

10 jam lalu

Trump: Venezuela Bisa Jadi Negara Bagian ke-51 AS

12 jam lalu

Trump Gelar Sayembara Rp18 Miliar untuk Ungkap Kecurangan Pemilu AS

13 jam lalu

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Serukan Perbaiki Hubungan dengan Negara Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal