Serangan Rusia Meningkat, 200 WN China Ingin Tinggalkan Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Sejumlah fasilitas terbakar di Kota Kiev, Ukraina, menyusul serangan Rusia, pekan lalu. (Foto: Reuters)

Senin pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pihaknya telah melakukan serangan balasan menggunakan senjata berpemandu presisi terhadap infrastruktur Ukraina. Menurut dia, serangan itu sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan  Kiev terhadap infrastruktur sipil Rusia. 

Putin mengecam keras pemboman Jembatan Selat Kerch—yang juga dikenal sebagai Jembatan Krimea—yang terjadi pada 8 Oktober. Dia menyebut aksi teror semacam itu tidak dapat dibiarkan tanpa pembalasan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Perusahaan China Tawarkan Wisata Luar Angkasa, Tiket Rp7,2 Miliar per Orang

Internasional
2 hari lalu

Rusia Peringatkan AS Tak Serang Iran

Internasional
3 hari lalu

Drone Kamikaze Rusia Hantam Bus Pekerja Tambang Ukraina, 15 Orang Tewas

Internasional
4 hari lalu

325.000 Tentara Rusia Tewas dalam Perang Lawan Ukraina, Terbanyak sejak Perang Dunia II

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal