Serangan Rusia Meningkat, 200 WN China Ingin Tinggalkan Ukraina

Ahmad Islamy Jamil
Sejumlah fasilitas terbakar di Kota Kiev, Ukraina, menyusul serangan Rusia, pekan lalu. (Foto: Reuters)

Kementerian Pertahanan Rusia kemarin menyatakan bahwa pasukannya telah menargetkan berbagai fasilitas energi dan pusat komando militer Ukraina menggunakan rudal presisi tinggi pada hari sebelumnya. Serangan presisi terhadap infrastruktur Ukraina telah dilakukan sepanjang pekan lalu.

Operator listrik Ukraina, Ukrenergo, pada Sabtu (15/10/2022) lalu menyatakan bahwa infrastruktur energi di Wilayah Kiev rusak akibat serangan rudal pagi hari.

Senin pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan pihaknya telah melakukan serangan balasan menggunakan senjata berpemandu presisi terhadap infrastruktur Ukraina. Menurut dia, serangan itu sebagai tanggapan atas kejahatan yang dilakukan  Kiev terhadap infrastruktur sipil Rusia. 

Putin mengecam keras pemboman Jembatan Selat Kerch—yang juga dikenal sebagai Jembatan Krimea—yang terjadi pada 8 Oktober. Dia menyebut aksi teror semacam itu tidak dapat dibiarkan tanpa pembalasan.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 jam lalu

Bareskrim Bongkar Perdagangan Orang Modus Nikah dengan WN China, Tangkap 2 Tersangka

6 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

6 hari lalu

Pesawat Komersial Pertama Buatan China C919 Terbang Internasional Perdana

7 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal