Kekerasan separatis di dua wilayah minoritas berbahasa Inggris di Kamerun menyebabkan puluhan orang tewas dan menelantarkan sekitar 200.000 orang sejak akhir 2016.
Kebencian selama bertahun-tahun pada diskriminasi yang dirasakan mayoritas warga berbahasa Prancis di Kamerun menyebabkan tindakan kekerasan hampir setiap hari, yang memicu tindakan keras tentara.
Sebanyak 109 anggota polisi dan pasukan keamanan tewas akibat perselisihan.