PARIS, iNews.id - Bank PrancisCredit Mutuel Arkea menjadi korban serangan siber. Hacker mencuri sekitar 100 juta euro atau sekitar Rp2 triliun dalam kasus langka penjahat siber berhasil membobol bank besar.
Serangan siber terbaru ini hanya jeda sepekan dari pencurian 6,3 miliar dolar AS dalam mata uang kripto dari Binance serta gelombang serangan siber menargetkan unit pendingin yang terhubung ke internet di Eropa.
Jaksa Prancis masih menyelidiki perampokan tersebut.
Dalam pernyataan, bank mengungkap para pelaku menggunakan rekening milik Arkea untuk melakukan transaksi curang.
Dana yang dicuri dipastikan bukan dalam bentuk mata uang kripto, namun ada kemungkinan telah dikonversi ke kripto pasca-kejadian.
Akibat kejadian ini, Arkea untuk sementara menangguhkan beberapa transaksi sebagai tindakan pencegahan. Dampaknya terjadi penundaan pada transfer.