Serangan terhadap Muslim di AS Capai Rekor Tertinggi pada 2023, Dipicu Perang Israel-Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi kampanye untuk menolak Islamofobia. (Foto: Pixabay)

“Kekuatan utama di balik gelombang Islamofobia yang meningkat ini adalah meningkatnya kekerasan di Israel dan Palestina pada Oktober 2023,” ungkap CAIR dalam laporannya, seperti dikutip Reuters, Selasa (2/4/2024).

Menurut kelompok itu, pengaduan yang paling banyak mereka terima pada 2023 yaitu pada kategori imigrasi dan suaka, diskriminasi pekerjaan, kejahatan rasial, dan diskriminasi pendidikan.

CAIR mengatakan, pihaknya mengumpulkan data tersebut dengan meninjau pernyataan publik dan video serta laporan dari panggilan publik, email, dan sistem pengaduan online. Selain itu, lembaga tersebut juga menghubungi para korban yang insidennya terungkap lewat laporan media.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Trump Akan Bertemu Para Pemimpin Negara Teluk, Perang Iran Jadi Fokus Bahasan

1 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

1 hari lalu

Trump: Semoga Perang Iran Segera Berakhir!

1 hari lalu

Rupiah Ditutup Melemah 3 Hari Berturut-turut, Ini Penyebabnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal